Sebagian besar umat Islam Indonesia bermazhab Syafi’i dan meyakini bahwa membaca doa qunut pada sholat subuh adalah sunnah. Hal ini dijelaskan di hampir semua kitab-kitab yang bermazhab Syafi’i, salah satunya adalah dalam kitab al-Umm karya Imam Syafii sendiri.

Membaca doa qunut juga disyariatkan pada shalat witir saat shalat tarawih, berdasarkan dalil-dalil yang shahih dan sharih. Hanya mereka berbeda pendapat dalam bacaan dan tata caranya.

Bacaan doa kunut antara salat sendirian dan sholat berjama’ah tentunya berbeda. Salah satu doa kunut yang diajarkan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam adalah “Allahummahdini fii man hadait, wa ‘aafini fiman ‘aafait…” hingga akhir doa yang sudah masyhur di kalangan masyarakat Indonesia yang mayoritas NU.

Saat jadi Imam ada sedikit perbedaan, tatkala membaca doa kunut harus dengan dhamir jamak; karena imam berdoa untuk dirinya dan untuk orang yang ada di belakangnya. Jadi yang tadinya doa qunutnya “untuk saya sendiri” dirubah jadi “untuk kami”, dhamir yang awalnya “nii” diganti jadi “naa”.

Doa Qunut

Doa Qunut Untuk Imam

Berikut adalah lafadz doa qunut arab dan lafal doa qunut latin dalam bahasa Indonesia yang biasa dibaca saat sholat subuh ataupun sholat witir beserta artinya;

Bacaan doa qunut untuk imam

اَللّهُمَّ اهْدِنا فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنَا فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنَا فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لَنَا فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنَا شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَنَسْتَغْفِرُكَ وَنَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

“Allah hummah dinaa fiiman hadait. Wa’aa finaa fiiman ‘aafait. Watawallanaa fiiman tawal-laiit. Wabaariklana fiimaa a’thait. Waqinaa syarramaa qadhait. Fainnaka taqdhii walaa yuqdha ‘alaik. Wainnahu laayadzilu man walait. Walaa ya’izzu man ‘aadait. Tabaa rakta rabbanaa wata’aalait. Falakalhamdu ‘alaa maaqadhait. Astaghfiruka wa’atuubu ilaik. Wasallallahu ‘ala Sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi, wa’alaa aalihi washahbihi wasallam.”

Artinya: “Ya Allah, berilah petunjuk kepada kami sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Dan berilah kesehatan kepada kami sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan. Dan peliharalah diri kami sebagaimana orang yang telah Engkau pelihara.

Dan berilah keberkahan bagi kami pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan kami dari bahaya kejahatan yang telah Engkau tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan kena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Mahasuci Engkau wahai Rab kami dan Maha tinggi.

Hanya untuk-Mu segala pujian atas segala yang telah Engkau tentukan. Aku memohon ampun dari-Mu dan aku bertaubat kepada Engkau (dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya”.

Bacaan doa qunut saat sholat sendirian

اَللّهُمَّ اهْدِنِىْ فِيْمَنْ هَدَيْتَ وَعَافِنِى فِيْمَنْ عَافَيْتَ وَتَوَلَّنِىْ فِيْمَنْ تَوَلَّيْتَ وَبَارِكْ لِىْ فِيْمَا اَعْطَيْتَ وَقِنِيْ شَرَّمَا قَضَيْتَ فَاِ نَّكَ تَقْضِىْ وَلاَ يُقْضَى عَلَيْكَ وَاِ نَّهُ لاَ يَذِلُّ مَنْ وَالَيْتَ وَلاَ يَعِزُّ مَنْ عَادَيْتَ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ فَلَكَ الْحَمْدُ عَلَى مَا قَضَيْتَ وَاَسْتَغْفِرُكَ وَاَتُوْبُ اِلَيْكَ وَصَلَّى اللهُ عَلَى سَيِّدَنَا مُحَمَّدٍ النَّبِيِّ اْلاُمِّيِّ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ

“Allah hummah dinii fiiman hadait. Wa’aa finii fiiman ‘aafait. Watawallanii fiiman tawal-laiit. Wabaariklii fiimaa a’thait. Waqinii syarramaa qadhait. Fainnaka taqdhii walaa yuqdha ‘alaik. Wainnahu laayadzilu man walait. Walaa ya’izzu man ‘aadait. Tabaa rakta rabbanaa wata’aalait. Falakalhamdu ‘alaa maaqadhait. Astaghfiruka wa’atuubu ilaik. Wasallallahu ‘ala Sayyidina Muhammadin nabiyyil ummiyyi, wa’alaa aalihi washahbihi Wasallam.”

Artinya: “Ya Allah, berilah petunjuk kepadaku sebagaimana orang-orang yang telah Engkau beri petunjuk. Dan berilah kesehatan kepadaku sebagaimana mereka yang telah Engkau berikan kesehatan. Dan peliharalah diriku sebagaimana orang yang telah Engkau pelihara.

Dan berilah keberkahan bagiku pada apa-apa yang telah Engkau karuniakan. Dan selamatkan aku dari bahaya kejahatan yang telah Engkau tentukan. Maka sesungguhnya Engkaulah yang menghukum dan bukan kena hukum. Maka sesungguhnya tidak hina orang yang Engkau pimpin. Dan tidak mulia orang yang Engkau memusuhinya. Mahasuci Engkau wahai Rab kami dan Maha tinggi.

Hanya untuk-Mu segala pujian atas segala yang telah Engkau tentukan. Aku memohon ampun dari-Mu dan aku bertaubat kepada Engkau (dan semoga Allah) mencurahkan rahmat dan sejahtera ke atas junjungan kami Nabi Muhammad, keluarga, dan para sahabatnya”.

Perbedaan doa qunut untuk imam dan saat sholat sendirian

Perhatikan huruf tebal pada lafadz doa qunut di atas, perbedaan doa qunut untuk imam dan saat sholat sendirian hanya terletak pada akhiran kata “nii” dan “naa” saja.

Akhiran kata “nii” (nun dikasroh dengan diakhiri huruf ya’) artinya aku atau saya, sedangkan “naa” (nun difathah dengan akhiran alif) artinya kami. Dalam bahasa arab, ini disebut dhamir atau kata ganti.

Sejatinya, saat seseorang jadi imam, dia mendoakan untuk dirinya sendiri dan para makmum yang ada di belakakngnya. Sehingga makmum hanya mengaminkan saja tanpa perlu ikut membaca. Oleh sebab itu, imam menggunakan kata “kami” untuk mewakili semua jama’ah yang mengikuti sholat dibelakakangnya.

Saat sholat sendirian, kata “kami” diganti menjadi “saya” atau “aku”, karena doa qunutnya diucapkan untuk diri sendiri. Demikian penjelasan bacaan doa qunut untuk imam dan saat sholat sendirian, mudah-mudahan bermanfaat.